Ulang Tahun? Di Rumah Aja!

Minggu lalu Alisha ulang tahun yang ketiga.

Biasanya kalo dia ulang tahun, kami selalu rayakan dengan pesta duniawi yang menghambur-hamburkan uang. Ya anak pejabat mah bebas. Tapi tahun ini karena sedang pandemi dan ada PSBB ya sudah kita putuskan di rumah aja.

Emang sih mal juga udah boleh buka. Tapi aku dan istriku termasuk yang cukup konservatif untuk urusan keluar rumah. Jadi kalo ga bener-bener perlu ya ga usah kemana-mana. Anak juga masih kecil belum akil balig gitu kan.

Istriku terakhir keluar rumah sekitar 4 bulan lalu. Rambutnya sampe udah gondrong banget kayak mas-mas seniman. Tapi cantik.
Coba dia keramasnya pake shampo sachet pasti sekali pake langsung selusin. Kebayang kan ke kamar mandinya bawa handuk sama shampo serenceng gitu dilingkerin di leher, kayak Rambo bawa peluru machine gun. Tapi cantik. Hahaha.

Alisha juga sama. Gak keluar rumah sejak 4 bulan lalu. Gak ke daycare juga dan gak bisa ketemu temen-temennya lagi. Sedih juga sih kalo misal diliatin foto temen-temennya, beberapa dia mulai agak lupa-lupa-inget. Ini baru daycare ya. Apalagi kalo kalian yang udah pada sekolah trus terpaksa school from home. Bisa-bisa pas balik ke sekolah, yang pacaran udah lupa pacarnya yang mana. Gitu gak sih?

Lanjutkan membaca

Dia Adalah Alishaku Tahun 2034

Itu adalah tanggal 25 Juli tahun 2034 jam 00.15.

Aku sedang mau sikat gigi, mau siap-siap tidur ketika tiba-tiba Sartini, robot asisten rumah tanggaku, menghampiri. “Juragan, ada tamu di luar, mencari non Alisha”. Emang itu robot fiturnya kita bisa pilih sendiri mau minta dipanggil apa. Itu aku iseng pilihnya ‘juragan’, tapi abis itu ga tau cara gantinya lagi gimana. Ya udah sampe sekarang dia memanggilku begitu.

Anyway.

Aku tidak terkejut sedikitpun ada yang mencari anakku tengah malam begini. Hari ini memang ulang tahun anakku. Pada masa kemajuan peradaban manusia ini pun ternyata masih ngetren ngasih kejutan ulang tahun tengah malem. Ckckck.

“Ya sudah, saya aja yang keluar. Jangan kasih tahu Alisha. Kamu istirahat aja sana”

“Siap Juragan!” Kemudian Sartini meluncur ke colokan untuk menge-charge diri sendiri.

Aku pun ke pekarangan rumah dan mendapati ada seorang anak muda. Mobil terbangnya diparkir dalam kondisi ngambang di dekat situ. Pas ngeliat aku keluar, dia langsung bilang, “Malam Om, maaf mengganggu,” sambil menganggukkan kepalanya gitu. Oh sopan santun juga.

“Malam. Coba perkenalkan dirimu, Nak! Formatnya nama, kelas, nomer absen, hobi, dan zodiak,” jawabku dengan suara yang wibawanya ditingkatkan 2 oktaf lebih tinggi.

“Hah? Serius Om?”

“Lah masak saya becanda tengah malem? Oya sekalian sini lihat kartu identitasmu untuk validasi”

Lanjutkan membaca

Kamu Apa Kabar?

Hai, hai.

Udah lama ya ga nulis di blog. Hahaha.

Kali ini lamanya beneran lama. Ga kayak pas nulis postingan “It’s Been A While” pas 2014 lalu. Itu baru dua bulan ga ngeblog udah lebay nulis gitu. Lha ini hampir empat tahun! Kalau masuk berita Line Today pasti judulnya semacam “Gempar! Empat Tahun Tidak Posting, Begini Nasib Yuwono Sekarang!”. Satu kategori sama Norman Kamaru Chaiya Chaiya gitu lah.

Kenapa lama ga ngeblog sih? Hmm, kalo menurut analisaku pribadi sih karena Instagram ya. Aku cukup sering nulis panjang lebar di caption akun Instagramku (@ywngsmn). Jadi kurang lebih nafsu menulisnya tersalurkan di situ. Ditambah kalo di IG kan responnya lebih instan ya, dari sisi likes dan comments. Yah, begitulah aku terlena candu dunia maya sosial media.

Trus kenapa mau ngeblog lagi sekarang? Nah. Kalo ini terus terang karena abis ini mau nulis agak panjang, yang udah pasti ga muat di caption Instagram. Ya betul. Abis ini aku mau promosi tawaran MLM yang pasti bisa menguntungkan saudara-saudari semua. Tinggal duduk dari rumah, kerja cukup 15 menit sehari, uang akan datang sendiri pada Anda!

Engga lah. Boong ding. Ya pokoknya mau posting yang panjang-panjang. Nanti liat aja ya.

Anyway.

Kalo diliat posting blog terakhirku itu 5 Oktober 2016. Pasti banyak sekali yang terjadi setelah itu. Nanti kita bahas satu-satu lah ya, ga usah urut juga. Emangnya tukang pijet. Tapi singkatnya, sekarang rumah tanggaku sudah lebih rame karena ada si kecil yang baru saja berusia tiga tahun. Wueee udah bapak-bapak. Pantesan becandaanku juga mulai ke arah dad jokes nih barusan. Hahaha.

Ya udah gitu dulu ya prelude-nya.

Btw, kamu sendiri apa kabar? ūüôā

Wekkk

Kemarahan Seorang Istri

“INI TAS KERJAKU KAMU MASUKIN OPO MENEH???”

Begitulah sebuah pesan singkat yang cukup emosional dari istriku pada siang yang mendung itu.

“PASTI IKI ULAHMU!”

Dan dia pun mengirim sebuah foto.

yuwono-gusman-bekal-istri

Oh!

Iya. Itu kan emang aku yang masukin ke tasnya, tadi pagi-pagi setelah minum kopi dan cuci muka, sebagai tanda kasih sayang dan iseng.

“Iya, itu uang pendekar,¬†buat kamu jajan¬†hari ini”

“NGACOW!”

“Soalnya kalo pake duit kertas, takutnya duit gaib hasil penggandaan uang”

“NGACOOOWWW!”

“Wahahahaha”

“NAKAL BANGETTT!”

“Iya nakal banget”

“HAHAHAHA, DASAR!”

“Selain itu juga sayang banget”

“HAHAHAHAHAHAHA”

Dan begitulah kemarahan seorang istri berhasil ditaklukkan seorang suami.

Aku dan Dunia Otomotif

Itu adalah hari Sabtu yang masih merupakan bagian dari segenap jajaran long weekend di awal Mei 2016.
Pagi-pagi jam setengah delapan. Aku sudah berada di bengkel Auto2000 demi melakukan servis mobil.

FYI maksudnya bukan aku yang melakukan servis sendiri ya, tapi nyuruh masnya yang ada di bengkel. Kayak bos gitu lah aku, nyuruh-nyuruh. Tapi dengan sopan. Dan dengan uang. Lagian aku tidak menguasai ilmu mekanika kuantum, jadi sudah pasti tidak bisa nyervis mobil sendiri.

Kamu tau kan itu suka ada disuruh servis tiap mobilnya udah 10.000 km, 20.000 km, 30.000 km, dan seterusnya pokoknya kelipatan 10.000 km gitu lah.
Harus otomatis sadar dan menyerahkan diri dan mobil dan ongkos ke bengkel.
Maka menurut opiniku pribadi, harusnya nama bengkelnya diganti jadi Auto10000 aja, biar pas orang liat jadi keingat, oh, udah mau kelipatan 10.000 km, oh, udah harus servis.

Lanjutkan membaca

Menelaah Kecantikan Istri dari Sudut Pandang Agama

Jam digital di sudut kanan bawah layar laptop sudah menunjukkan pukul 2:31 pagi. Astaga.

Sudah ganti hari juga.

Ganti bulan juga.

Tapi kelakuan kita masih itu-itu saja, belum banyak berubah. Ya maklum lah manusia.

Anyway.

Itu tadi aku abis ngapain sih kok ini masih di depan laptop? Oya biasalah, ngurusin kerjaan dan bisnis dan ini itu. Sambil mendengarkan lagu-lagu masa kini semacam Steve Aoki, Calvin Harris, pokoknya yang masa kini lah. Pake headset tentu saja. Harus itu. Soalnya istri sudah tidur.

Lanjutkan membaca

2015

Rencananya ini mau ditulis pas 1 Januari 2015 kemarin, dalam rangka menyambut awal tahun.

Tapi waktu itu lagi apa sih ya aku? Udah lupa juga. Kayaknya sedang kecapean abis pesta pora duniawi malam tahun baru.

Dan tiba-tiba aja udah mau akhir Januari. Membuat tulisan ini jadi basi kalo dikasih judul semacam “Selamat Datang 2015” atau “Melangkah Tegap¬†Menyongsong 2015” atau yang gitu-gitu lah.

Kamu merasa gitu juga kan?

Bahwa akhir-akhir ini kayaknya waktu berjalan cepat sekali. Mak wuss. Gitu.

Kata temenku sih itu karena kita hidup di kota besar yang sibuk. Jadi gak kerasa masih pagi tiba-tiba malem, masih Senin tiba-tiba Jumat, masih perawan tiba-tiba hamil. Lah…

Lanjutkan membaca

Ketika Menghibur Kekasih

Kekasihku itu, oh, sudah agak lama juga ya kita tidak membicarakan dia.

Maklumlah, gak baik kan ngomongin orang dari belakang. Itu doggy style namanya.

Anyway.

Seperti yang kita semua ketahui, kekasihku itu punya banyak kelebihan. Kalo gak gitu gak mungkin dia mau sama aku.

Selain cantik dan pintar dan kucintai, kelebihannya yang lain adalah dia orangnya pekerja keras. Ini terutama soal kerjaan ya.

Di hari Sabtu-Minggu yang seharusnya damai dan ceria pun seringnya dia masih ngerjain kerjaan kantor di kos. Sampai-sampai sang calon suami menjadi terbengkalai.

Tapi tak apa. Itu aku bisa memahami. Toh kalo dia kerja dengan baik kemudian gajinya naik, duitnya kan buat aku juga.

Muahahahahaha….

Lanjutkan membaca

Buat Yang Gak Sempet Nonton

Sori-sori.

Kemarin-kemarin lupa ngabarin juga.

Jadi aku yakin sebagian di antara kalian pasti ada yang gak sempet nonton ketika aku ditayangkan di salah satu saluran televisi nasional terkemuka di tanah air.

Yak, kalo begitu silahkan ini di-ciyee-in dan dikagumi.

syuting mata najwa

Ciyeeee….

Bagi kalian pembaca yang berakhlak rusak dan jarang beribadah, pasti pertanyaan pertama yang ada di kepala kalian adalah, “Itu tanganmu kok kayak megang apa gitu to Gus?” Huft. Pikiran kotor kok dipelihara terus to mas, mbak. Kapan majunya negara kita.

Lanjutkan membaca