[Gambar] Daripada Hape

Itu adalah masa ketika istilah ‘meeting’ belum terlalu populer digunakan. Dan orang lebih sering menyebutnya dengan istilah ‘rapat’. Namun sekarang rapat lebih dikenal sebagai ramuan.

Ramuan sari rapat.

Anyway.

Aku lupa rapatnya lagi ngomongin apa, kan kejadiannya udah tahun 1976. Yang pasti kondisi sedang gawat karena Bapak sudah lapar dan makanan belum datang.

teknologi orba

Judulnya Bebas Yang Penting Ada 32-nya

Ini adalah sebuah postingan yang dibuat dalam rangka ikutan give away-nya mba Joice. Iya sih, hadiahnya agak-agak feminim gitu. Tapi aku ikutan bukan demi hadiahnya kok. Melainkan demi memperingati ultahnya dan mempererat tali silaturahmi dengan Beliau (ceileee beliau, pake huruf gede pula, keliatan banget usaha menghalalkan segala cara untuk menang, hahaha).

By the way itu tas sama wewangian kalo di-toko-Bagus-in bisa laku harga berapa ya? Lumayan kayaknya….
*kemudian ditimpuk mba Jo sambil diteriakin “Katanya demi silaturahmi woy!!!”*

Oke.

PR dari mba Jo adalah, bagaimanakah aku ketika sudah berumur 32 tahun? Sudah ngapain aja, mau ngapain aja, dan bla bla bla lainnya. Maka supaya lebih gampang, posting kali ini akan berformat wawancara antara Yuwono Gusman yang sekarang (YG-26) dengan yang dari masa depan yang sudah berusia 32 tahun itu (YG-32).

****

YG-26: Halo Yu, kita ngobrol sedikit ya, tentang kehidupanmu di usiamu saat ini

YG-32: Eh, jangan panggil nama dong. Kan aku lebih tua 6 tahun

YG-26: Oh, iya. Sori. Panggil koh ya

YG-32: Ya, gitu juga boleh

YG-26: Ngomong-ngomong kalo umur 32 itu emang belum ubanan ya koh? Kok masih keliatan item semua rambutnya?

YG-32: Ya uban adalah dikit-dikit. Kan tergantung orangnya juga. Ada yang ubanan karena keturunan. Ada yang karena suka stres. Macem-macem deh

YG-26: Emang gak stres ya koh? Istrinya kan agak resek bawel gitu ya? Suka nyuruh-nyuruh diet…

YG-32: Hahaha.. Iya dulu waktu pacaran aku suka ngerasa gitu. Tapi itu semua demi kebaikan kita kok. Selain demi kesehatan, juga demi penampilan kita kan. Ini liat, kalo kamu diet bisa cakep kayak kokoh sekarang.

YG-26: O iya, kalo kurusan kita cakep ya koh

YG-32: Yoih! Jadi pede juga mau pake baju bodi fit, muscle fit, v-neck, de el el. Trus tiap mau nyobain celana juga gak perlu malu diketawain sama mbaknya gara-gara susah cari ukuran

YG-26: Asem ya koh

YG-32: Makanya diet woy, diet

YG-26: Dih, mulai resek bawel kayak siapa sih ini

YG-32: Iya sori, titipan pesan sponsor dari istri masa depanmu, hehe

Lanjutkan membaca

Pada Suatu Awal Tahun

Sudah lama juga ya gak bikin postingan yang berjudul pake “Pada Suatu…”.

Niatnya sih mau nulis pas malem pergantian tahun seperti tahun lalu, tapi apa daya karena selama liburan sibuk bergembira dan bersenang-senang, jadilah batal. Ya udah, yang penting kan niatnya. Lagian nulis pas malem tahun baru itu susah tau. Berisik mercon lah, berisik terompet lah, berisik broadcast message lah, berisik count down lah.

Ngomong-ngomong soal count down, menurut adekku, daerah Papua itu kasian juga ya. Cuma disorot setahun sekali doang pas count down, sebagai perwakilan daerah Waktu Indonesia Timur.

Hmm, ada benernya juga sih.

Biasanya penyiar yang di studio akan berbincang-bincang di layar dengan reporter yang ditugaskan ke sana.

“Sebentar lagi saudara-saudara kita di Papua akan memasuki tahun yang baru. Kita akan terhubung dengan reporter kami yang ada di Jayapura untuk mengetahui kondisinya. Bagaimana kondisi di sana, rekan Bagus?”

Yak, terimakasih rekan Arief di studio. Saat ini warga telah pada berkumpul untuk menunggu hitung mundur pergantian tahun. Bersama saya sudah ada salah satu warga. Mari kita tanyai dia. Bagaimana perasaan Anda mengenai pergantian tahun ini Bu??”

(Ini ceritanya reporter stasiun TV yang suka nanya-nanya-perasaan-responden-apapun-situasinya itu)

Dan setelah serangkaian tanya jawab yang ala kadarnya dan pointless, tibalah saatnya count down di Papua.

“…. empatttt, tigaaaa, duaaaa, satuuuu, SELAMAT TAHUN BARU UNTUK SAUDARA KITA DI PAPUA!!”

TOOOEETTTTTTT!!!

Dan abis itu udah. Seluruh perhatian pun segera pindah ke daerah WITA dan tak lama kemudian ke WIB (yang paling meriah dan paling banyak mercon-nya tentu saja). Papua pun gak ada beritanya lagi. Dan rekan Bagus pun dilupakan begitu saja.

Oh.

Bagaimanakah perasaan Anda, rekan Bagus??

Lanjutkan membaca

Naek Kereta Api Itu Tututut

>> Originally posted on 31 Dececember 2013. Lalu pada dini hari 1 Januari 2014 iseng-iseng diedit dikit disana-sini gara-gara pengangguran dan belum bisa tidur. Dikitt doang cuyy. Baca lagi gih ya…

Itu 24 Desember 2013, jam setengah 4 sore, aku dan kekasihku sedang berada di stasiun Gambir bagaikan penumpang kereta api. Dan iya, kami emang mau naek kereta api kok.

Hal itu disebabkan oleh adanya libur Natal dan Tahun Baru yang cukup panjang sampai tanggal 2 Januari 2014, sehingga kami pun jadi wajib pulang kampung ke Semarang untuk bersantai-santai dan bersenang-senang.

Kenapa gak naek pesawat? Ngirit ni yee?

Gak lah. Ini semata-mata karena aku pengen nyobain jenis-jenis transportasi yang lain. Kalo gak salah terakhir kali naek kereta itu uda lama banget juga, jaman pas masih SMP Domenico Savio dulu. Bosen juga naek pesawat mulu. Lagian tiket pesawatnya lagi mahal banget. Jadi kudu ngirit dan naek kereta deh.

Sebagai informasi, PT. KAI telah banyak sekali melakukan perbaikan internal di sana sini. Beli tiketnya aja sudah bisa online atau bisa juga di Alfamart-Indomaret. Aku sih beli online, soalnya bisa pilih kursi sendiri. Trus karena aku masih penganut fengshui garis keras, maka aku selalu pilih kursi nomer 8, supaya hoki.

Maka, itulah sebabnya kami berdua sepasang kekasih sedang menunggu kereta yang jam 16.45 di stasiun Gambir.

Lanjutkan membaca

Kemarin Waktu Nonton ‘Soekarno’

Kemarin Rabu, setelah seharian membanting tulang untuk bekerja keras di kantor, aku dan kekasihku yang resmi itu memutuskan untuk nonton bioskop.

“Mau ‘Hobbit’ apa ‘Soekarno’?” tanya si Gondrong.

“Soekarno aja. Mumpung masih maen. Kemaren denger-denger mau ditarik dari peredaran kan”

Oke. Jadilah kami nonton ‘Soekarno’. Dua tiket jam 9 malem.

Seperti biasa sebelum film dimulai, ditayangkanlah trailer-trailer film yang coming soon. Nah yang gak biasa, setelah trailer itu, tiba-tiba di layar ada tulisan suruh berdiri untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya. Mas-mas tukang bioskopnya pun meminta penonton untuk berdiri.

Awalnya semua tampak canggung. Iya sih, secara nyanyi Indonesia Raya di bioskop gitu kayaknya baru kali ini. Di belakang sempet ada yang nyeletuk, “Lah, kayak upacara aja, hahahaha”.

Gak lucu tau mas.

Aku pun menuruti perintah mas tukang bioskop dan berdiri dan menyanyi. Si Gondrong juga.

Di layar bioskop tampak background bendera merah putih dilengkapi lirik lagu Indonesia Raya. Mungkin ini disiapkan sebagai antisipasi siapa tau Roy Suryo nonton film ini juga. Kasihan kan kalo salah lagi 🙂

Lanjutkan membaca

Opa Saranghae

Iya. Opa. Bukan oppa. Bukan salah ketik kok.

Ini bukan posting soal pria-pria cantik Korea Selatan yang tergabung dalam boyband semacam Suju, Big Bang, Bibimbab, Dolsot, atau Kimchi kesukaan kalian itu. Bukan.

Ini tentang kakek kesukaanku itu.

IMG_20120904_232352

Iya. Itu adalah kakekku yang ada di Semarang sana. “Engkong”. Begitulah aku memanggilnya. Walaupun ayah dan ibuku lebih suka memanggilnya “Papi”. Ya sudah gak apa. Selera orang kan beda-beda, aku harus menghormati itu.

Lanjutkan membaca

[Cerbong] Bekicot Kelamaan

Cerbong adalah cerita boong. Ini adalah jenis postingan di blog ini yang merupakan fiksi belaka. Dibuat kalo lagi pengen aja. Lagian gak baik sering-sering boong kan.

Itu adalah jam lima sore. Jam pulang kantor. Kamu tau sendiri kan jam pulang kantor di Jakarta itu brutalnya seperti apa?

Makanya aku paling males pulang jam lima tet alias tenggo. Mending nunggu agak maleman dikit ketika semua kegilaan itu mulai mereda.

Tapi hari ini beda. Ada acara spesial. Jadi mau gak mau harus mau. Ya sudah. Jadilah jam lima lebih sepuluh menit aku udah di mobil, membelah lautan kendaraan dan manusia Jakarta, untuk bertemu kekasihku sayang di ujung Jakarta yang sana.

Iya.

Hari ini perayaan jadian kami. Hehe.

Segera kutelepon kekasihku. Eh, tapi dilarang menggunakan handphone saat berkendara ya? Gak apa-apa. Ini iPhone kok, bukan handphone. Wekk…

Pas mau dipencet call, eh malah dia telepon duluan. Gak sabaran emang dia itu. Maka aku angkat segera. Teleponnya. Bukan dianya.

“Haloo… Untuk copy i-ring ini, tekan bintang… Apuseee… Kokondaooo… Yarabeee… Sorendoreriii…” Itu aku jawab sendiri lho, pake suaraku sendiri.

“Heh!! Sing genah!!

“Eh, kok tau kalo itu aku? Kalo nada tunggu beneran gimana coba?”

“Ya iyalah, mana ada nada tunggu pake bilang ‘halo’! Hahaha…”

“Ada. Itu adalah nada tunggu yang keceplosan”

“Hahaha gebleg

Lanjutkan membaca

“Cihuy!”

Pasti begitulah reaksi kalian ketika mengetahui ada tulisan baru di blog ini.

“Lama amat gak nulis woy. Oktober melompong aja tuh gak ada postingan”

Iya. Maaf ya atas kelamaan tersebut.

Tapi perlu kalian ketahui, aku akhir-akhir ini orangnya lumayan sibuk.

“Ah, alesannya sibuk mulu”

Bukan, bukan sekedar alasan. Gini deh, supaya kalian kebayang pola hidupku akhir-akhir ini, akan kusajikan dalam bentuk diagram. Marilah disimak.

dibikin pake excel #niatbangetsih

dibikin pake excel #niatbangetsih

Oke. Kita bahas dari yang paling besar eaaa…

Paling banyak menyita waktu, tentu saja adalah kerjaan kantor dengan kontribusi 37% (itu asumsi pulangnya tenggo lebih dikit lah, belum termasuk kalo terjadi lembur segala macem). Ini sih tak terhindarkan ya, namanya juga mencari nafkah. Biarpun aku termasuk bos tapi kan butuh duit juga.

Trus kedua adalah tidur, baik tidur sendirian maupun tidak sendirian (maksudnya sama bantal, sama guling, sama sprei, sarung, boneka, dll) dengan kotribusi 25%. Ini gak usah dibahas lah ya. Semua manusia pasti butuh tidur. Kebutuhan biologis ini mah. Apalagi untuk suami-istri. Xixixixi…

Lanjutkan membaca