Pada Suatu Malam

Malam itu aku masih ngurusin ini itu di kantor. Biasalah, karyawan berprestasi. Kulirik jam tangan, oh sudah hampir jam delapan malam. Pasti sang mami di rumah telah was-was menanti. Maka buruanlah aku pulang naek motor.

Ku-klakson pak satpam di pintu gerbang kantor, “TIINN!”, bukan karena dia menghalangi jalan, tapi untuk memberi salam.

“TIINN!”-ku tadi itu artinya “Pulang dulu ya Pak, hari sudah malam. Tolong titip kantor ini semalam saja, besok aku akan kembali lagi. Semangat ya jaga kantornya, nonton tipi boleh juga, tapi jangan sampai lalai pada kewajiban. Selamat bekerja! Wassalam!” Begitulah kira-kira artinya.

“TIINN!” sekali lagi. Itu karena kayaknya dia gak dengar “TIINN!” yang pertama. Ya sudahlah.

Lanjutkan membaca