Toko Buku dan Masa Depan Pendidikan Anakku

Yak, telah tiba saatnya gajian. Maka aku pun harus segera menghambur-hamburkan uangku karena bagaimanapun juga kita ini adalah kaum masyarakat duniawi yang konsumtif. Foya-foya itu harus.

Lalu aku pun pergi ke toko buku untuk belanja buku. Aku ini orangnya emang gemar membaca, terutama buku-buku tentang leadership, marketing, sains, kesehatan, kesusastraan, ilmu hukum-politik dan topik-topik berat yang susah kalian cerna lainnya. Nah, pas aku lagi pilih-pilih mau beli komik apa, tak sengaja terdengarlah percakapan orang di belakangku, antara seorang ayah dan anaknya (yang kemudian aku tahu masih kelas 5 SD). Maka aku pun terpaksa nguping mereka karena kebetulan aku juga lagi gak ada kerjaan.

Si ayah lagi menceramahi anaknya di deket setumpukan buku-buku kumpulan latihan soal Ujian Nasional.

“Nih, dulu Ayah ya, sejak setahun sebelum Ebtanas sudah mempersiapkan diri belajaaarrr terus. Jadi ketika Ayah klas 5 seperti kamu ini ya, Ayah mulai baca-baca lagi bahan plajaran dari klas 1. Trus ayah juga latihan garap soal-soal dari pak gurunya ayah. Tanpa disuruh lho itu. Akhirnya pas Ebtanas klas 6-nya, Ayah jadi juara nomer satu se-kecamatan!” pamernya dengan sangat bangga, seolah-olah baru kemaren dapet juaranya.

Si anak SD diem aja tanpa ekspresi gembira, padahal ayahnya telah menjadi juara gitu. Anak durhaka dia.

Lanjutkan membaca

Sebuah Wisuda di Bulan Maret

Sabtu tiga minggu yang lalu adalah acara wisuda teman-temanku di universitas almamaterku di Salatiga.

Tiga minggu yang lalu?! Iya.

Pasti pada protes kenapa baru diposting sekarang. Kelamaan lah, uda basi lah, dan lain-lain. Iya maaf. Soalnya kemarin-kemarin sibuk ngurusin persiapan pernikahan.

Niatnya sih aku mau dateng. Mau kasih selamat, foto-foto, dan bagi-bagi duit untuk mereka yang berprestasi. Tapi aku Sabtu itu sedang meeting bisnis di luar kota. Baru selesai sekitar sore. Jadilah aku batal dateng 😦

Padahal adik perempuan dari kekasihku yang aku cintai juga wisuda…

…..

Lanjutkan membaca