Lebih Dekat Dengan Rakyat

“Paling besok juga uda nyampe Mas”

Begitu kata si mas tukang paket di Semarang yang aku percayai untuk mengirim sepeda motor kebanggaanku ke Jakarta. Optimis sekali si mas ini. Dia ngomong gitu hari Kamis. Hari Jumatnya, kutungguin di Jakarta tapi motorku belum nongol juga batang knalpotnya. Sialan. Sukanya janji palsu. Dasar cowok.

Padahal aku sedang ada urusan dan harus bepergian. Akibatnya, siang itu terlihatlah sesosok pemuda sukses yang sedang nyegat angkot nomer 37 di daerah Kelapa Gading. Iya, itulah aku wahai pemirsa.

Untuk urusan naik angkot, aku ini termasuk yang suka pilih-pilih. Maklum anak manja. Mesti yang bersih, yang gak terlalu rame penumpangnya, yang gak ugal-ugalan nyetirnya, yang pake bahan bakar non-subsidi, yang sopirnya juga se-iman. Tapi susah juga nyari yang kayak gini. Ya udah, akhirnya kunaiki angkot terdekat yang kelihatan sepi penumpangnya.

Lanjutkan membaca