Malu-maluin Tau

Kemarin jam 11 malem aku sedang dalam perjalanan pulang ke kost di daerah Kelapa Gading.

Buset, jam segitu masih keluyuran aja bro? Iya, biasalah superhero, mesti keliling kota demi membasmi kejahatan.

Mobil Batman yang kukendarai pun melaju sampe di daerah Bulevard Kelapa Gading situ. Oh. Ada keramaian masyarakat. Oh. Ada apa itu? Oh. Itu ada kecelakaan rupanya. Oh. Aku sih udah tau duluan dari Twitter-nya pak polisi. Katanya ada mobil Vios nyemplung di kali Bulevard situ. Aduh.

Dan, ya Tuhan, rame sekali lalu lintas di sana. Sampe agak macet kayak DKI Jakarta. Lihatlah itu sepeda motor banyak diparkir di pinggir jalan sementara pengendaranya berkerumun di sekitar TKP.

Pastilah itu orang-orang berjiwa mulia yang sedang membantu proses evakuasi.

Bukankah negri kita emang terkenal sebagai negri elok yang ramah tamah, gotong royong, gemah ripah, loh jinawi? Bukan kah begitu kan?

Lanjutkan membaca

Facebook, Riwayatmu Kini

Dear Facebook.

Itu sekitar era 2009-an.

Ketika kamu masih seru dan rame dengan update status orang-orang.

Dari yang status cuma sepatah-dua-patah kata (Biasanya cewek imut, isinya sekedar ‘good morning’ atau ‘aq bukan cewek sempurna’ atau ‘hmm..‘. Gitu doang. Tapi yang nge-like dan komen bisa puluhan bahkan ratusan. Kampret).

Sampe yang status se-alinea (Biasanya ngopy lirik lagu, atau puisi, atau curhat tentang gebetannya gak seperti dulu lagi, yang kemudian kadang di-like dan dikomen sendiri dengan komentar yang gak kalah panjangnya).

Lebay. Tapi itu semua ngangenin.

.

Lanjutkan membaca