14 Februari 2013

(Iya. Maaf sudah basi emang. Tapi aku masih ingin pamer.)

.

Gak seperti Valentine taun lalu yang dirayakan secara long distance, Valentine 2013 ini aku bisa bersama kekasihku si Gondrong itu. Hore.

“Say Valentine besok mau ngapain? Hehe…” itu dia cengengesan, tanya, sekitar beberapa hari sebelum Valentine.

“Emang kamu berharap aku apain? Fufufu…”

“Husss!!”

“Fufuf…”

“Heh! Serius!”

Ndak lah. Ndak usah ngapa-ngapain. Makan aja abis pulang kerja kayak biasa. Lagian udah dewasa ini. Udah tumbuh jakun dan bulu. Udah gak jaman Valentine-an. Malu ah…” aku jawab gitu.

Tapi itu cuma di bibir saja. Mana mungkin kubiarkan calon ibu dari anak-anakku melewatkan Valentine dengan sia-sia. Aku sih sebenernya udah nyiapin sesuatu sejak sebelum adegan kami ngobrol ini. Yoihh, aku ini emang pria yang romantis dan penuh kejutan. Minat sis? Sayangnya aku udah ada pacar tuh. Wekk.

Lanjutkan membaca

14 Februari 2012

Valentine taon 2012 ini aku tidak bisa bersama kekasihku. Itu aku sudah pasrah. Dia di Jakarta bekerja, aku di Semarang bekerja juga. Valentine-nya hari Selasa. Misal aku cuti dan ke Jakarta juga pasti dia sibuk bekerja. Lalu kami sepakat untuk tidak bertemu pun tidak apa-apa, toh udah dewasa, udah gak jaman merayakan Valentine.

Tapi itu cuma di bibir saja. Mana mungkin kubiarkan calon ibu dari anak-anakku melewatkan Valentine dengan sia-sia.

Nah, rencananya aku mau ngasih roti coklat bikinan Harvest. Apa itu Harvest? Itu adalah semacam toko roti gitu, googling deh kalo gak percaya. Gerainya kayaknya cuma ada di Jakarta, gak tau kalo uda buka cabang di Madura juga.

Aku pun minta tolong kepada sepupuku di Jakarta untuk mesenin coklat itu di Harvest. Nama sang sepupu itu adalah Anggi. Anggi ini boleh dibilang gadis yang lumayan cakep juga untuk ukuran seorang sepupu. Coba gak sodaraan mungkin aku bisa naksir.

Lanjutkan membaca